Hunting foto KOMFOSER pada bulan April mengambil tema Sejuk. Dan panilia pelaksana memilih tempat di daerah puncak, karena tempat tersebut sudah terkenal dengan kesejukannya. Bukan hanya berpusat di kebun tehnya saja, tapi kami juga hunting ke sekitar daerah tersebut yang memiliki pemandangan yang indah untuk di abadikan dalam kamera. Berikut ada beberapa foto saat hunting
Archive for Mei 2014
Galeri KOMFOSER 2013
Kamera: Canon 600D
Created By: Herdita Mulyawati
Judul: Refleksi
Kamera: Canon 600D
Created By: Nabila Haidi S
Judul: Negri Singa
Kamera: Nikon D5100
Created By: Nitami A.P
Judul: Gelembung
Kamera: Nikon 3100
Created By: Fransiska Ayel R
Kebijakan Dalam Komunitas Fotografer Serang (KOMFOSER)
- Setiap anggota yang sudah bergabung dengan KOMFOSER diwajibkan memiliki kartu anggota KOMFOSER, dan kartu anggota tersebut harus selalu dibawa setiap diadakannya suatu kegiatan.
- Setiap anggota yang tidak mengikuti atau berhalangan hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh KOMFOSER harus memberikan kabar jika tidak bisa mengikuti kegiatan yang disertai dengan alasan yang logis.
- Jika ada anggota yang tidak serius dalam artian tidak selalu hadir dalam kegiatan atau acara formal atau nonformal yang ada dalam agenda kegiatan KOMFOSER dengan tidak hadirnya sebanyak 4 kali berturut-turut, secara otomatis akan keluar dari Komunitas Fotografer Serang (KOMFOSER). Terkecuali yang terkena musibah (sakit, kecelakaan, dll).
- Setiap anggota KOMFOSER juga wajib membayar kas perminggunya kepada Bendahara sebesar Rp.5000,-.
Ketua KOMFOSER
Roy Sandi Marbun
Keberhasilan
Apakah
keberhasilan itu? kita sering mengartikan keberhasilan itu sebagai pencapaian tertinggi
atas apa yang dituju. Dan kadang keberhasilan dapat disimbolkan dengan suatu
bentuk penghargaan (piala, piagam dll). Sedangkan keberhasilan menurut Winston
Chuchill Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu
kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.
KOMFOSER
mengartikan keberhasilan adalah bukan hanya segala sesuatu yang menghasilkan
simbolnya dalam bentuk piala, piagam
dll tetapi juga dalam bentuk kegiatan
yang mereka lakukan dimana dapat memberikan hal yang bermanfaat bagi yang ada
di sekitarnya. Seperti melelang hasil foto anggota yang hasilnya akan digunakan
untuk para anak yatim piatu yang disertai dengan memberikan pembelajaran
fotografi kepada mereka.
Namun
demikian adanya kemenangan dalam kegiatan fotografi yang di ikuti anggota komunitas yang di wujudkan dalam
bentuk piala dan piagam berupakan bonus yang diraih dari hasil kegiatan,
yang juga memberikan pengakuan kepada sang fotgrafer maupun terhadap KOMFOSER itu sendiri.
Hiruk Pikuk Kota Serang
Diakhir
penghujung bulan ini Komunitas Fotografer Serang akan mengadakan Pameran Foto
pada tanggal 31 Mei 2014. Adapun tema
yang diambil adalah “Hiruk Pikuk Kota Serang”.
Yang artinya foto harus mencerminkan keadaan Kota Serang. Untuk itu setiap anggota komunitas dapat
mengirimkan foto hasil karyannya yang akan di ikut sertakan dalam pameran tersebut.
Setiap
anggota boleh mengirimkan fotonya lebih
dari satu (max3), dan dapat di kirim ke
alamat e-mail komfoser@yahoo.com.
Dengan menyertakan nama, judul foto, kamera yang digunakan. Batas waktu
pengiriman 3 hari sebelum tanggal pelaksanaan yaitu tepatnya tanggal 28 Mei
2014.
Demikian
pengumuman pemberitahuan ini disampaikan atas perhatiannya, kami ucapkan terima
kasih.
Ketua
Pelaksana
Iram
Yanuaristi
Meningkatkan Kualitas Hasil Bidik
Sudah
menjadi agenda rutinan diadakannya pelatihan untuk para anggota dalam
maupun luar komunitas (yang ingin
belajar) fotografer serang guna meningkatkan kemampuan yang sudah dimiliki. Dan
pelatihan yang pada bulan ini tepatnya tanggal 13 Mei 2014 yang bertempat di
Aula komunitas fotografer serang mengambil tema Meningkatkan Kualitas Hasil
Bidik. Alasan mengapa tema ini yang dipilih pada pelatihan kali ini karena, agar
menciptakan hasil karya foto yang memiliki kualitas yang baik artinya memiliki
makna atau arti dalam foto terebut serta memiliki nilai seni yang tinggi, serta
yang belum berna ada sebelumnya (menciptaka sesuatu yang baru).
Narasumber yang berkesempatan mengisi materi adalah Andi Rudyandy dari Jakarta yang merupakan seorang yang sudah berkecimpung lama dalam dunia fotografi. Dan Pada
pelatihan kali ini peserta yang ikut meningkat dari bulan sebelumnya. Jika
sebelumnya ada 45 orang, sekarang lebih
dari 50 orang. Dan mudah-mudahan ini akan terus meningkat di
pelatihan-pelatihan selanjutnya.
Foto Saat Bpk Andi Memberikan Materi
Foto Bersama Peserta Pelatihan
Tips Fotogrfi
Ini salah satu tulisan yang bermanfaat dari saya. Mudah-mudahan dapat di mengerti dan bisa memperbaiki teknik fotografinya agar lebih
baik lagi.
- Penerangan yang fleksibel karena built in flash tidak dapat di gunakan pada semua situasi. Gunakan external flash, diffuser(membuat cahaya flash lebih lembut), lampu flash kedua sehingga cahaya seperti dalam studio.
- Perluas pandangan dengan wide converter, panorama(foto objek dalam beberapa segmen dan satukan dalam PC)
- Filter kamera agar dapat menghasilkan segalanya yang di inginkan dari sebuah jepretan. Gunakan filter polarizer(agar terhindar dari refleksi yang tidak di inginkan sehingga warna lebih cerah), filter UV(mengurangi efek kabut akibat pantulan sinar UV), filter gradual ND(untuk menyeimbangkan foto dengan latar belakang yang kontras).
- Agar gambar foto lebih detail, anda bisa gunakan zoom extra pada kamera saku(digital zoom- namun kualitas gambar kurang), menambah teleconverter pada kamera saku dan maro converter untuk meningkatkan fungsi macro sehingga memperoleh foto gambar di mensi baru.
- Gunakan LCD yang lebih baik agar foto dapat ekposure lebih baik di bawah sinar matahari. Alat itu antara lain: hood LCD(menampilkan kontras yang lebih baik di bawah sinar matahari), tube karton bekas tissue untuk menahan sinar matahari.
- Filter kamera untuk menopang kamera jika ingin melakukan eksposure yang lebih lama dengan menggunakan berbagai macam tripod yaitu: ringan, mini dan monopod.
- Filter kamera untuk foto outdoor minimal harus ada 2 orang atau lebih untuk mengerjakan pemotretan dengan menggunakan reflektor lipat ataupun manfaatkan dinding/kain berwarna putih yang di potret bersama dengan objek.
oleh: Roye-Roye
Kamera SLR
Kamera refleks lensa tunggal (en:single-lens reflex (SLR) camera)
adalah kamera yang menggunakan sistem jajaran lensa jalur tunggal untuk
melewatkan berkas cahaya menuju ke dua tempat, yaitu Focal Plane dan
Viewfinder, sehingga memungkinkan fotografer untuk dapat melihat objek
melalui kamera yang sama persis seperti hasil fotonya. Hal ini berbeda
dengan kamera non-SLR, dimana pandangan yang terlihat di viewfinder
bisa jadi berbeda dengan apa yang ditangkap di film, karena kamera
jenis ini menggunakan jajaran lensa ganda, 1 untuk melewatkan berkas
cahaya ke Viewfinder, dan jajaran lensa yang lain untuk melewatkan
berkas cahaya ke Focal Plane.
Kamera SLR menggunakan pentaprisma yang ditempatkan di atas jalur
optikal melalui lensa ke lempengan film. Cahaya yang masuk kemudian
dipantulkan ke atas oleh kaca cermin pantul dan mengenai pentaprisma.
Pentaprisma kemudian memantulkan cahaya beberapa kali hingga mengenai
jendela bidik. Saat tombol dilepaskan, kaca membuka jalan bagi cahaya
sehingga cahaya dapat langsung mengenai film. (NESW4586).
Komponen Kamera SLR
Pembidik
Salah satu bagian yang penting pada kamera adalah pembidik (viewfinder). Ada dua sistem bidikan, yaitu:
- jendela bidik yang terpisah dari lensa (Viewfinder type)
- bidikan lewat lensa (Reflex type).
Kamera SLR, sesuai dengan namanya (Single Lens Reflex), menggunakan
sistem bidikan jenis kedua. Mata fotografer melihat subjek melalui
lensa, sehingga tidak terjadi parallax, yaitu keadaan dimana fotografer
tidak melihat secara akurat indikasi keberadaan subjek melalui lensa
sehingga ada bagian yang hilang ketika foto dicetak. Keadaan parallax
ini pada dasarnya terjadi pada pemotretan sangat close up dengan
menggunakan kamera viewfinder.
Jendela Bidik
Jendela bidik merupakan sebuah kaca yang di dalamnya tercantum banyak
informasi dalam pemotretan. Jendela bidik memuat penemu jarak
(range-finder), pilihan diafragma, shutter speed, dan pencahayaan
(exposure).
Lensa
Dalam fotografi, lensa berfungsi untuk memokuskan cahaya hingga
mampu membakar medium penangkap (film). Di bagian luar lensa biasanya
terdapat tiga cincin, yaitu cincin panjang fokus (untuk lensa jenis
variabel), cincin diafragma, dan cincin fokus.
Macam-macam lensa
- Lensa Standar. Lensa ini disebut juga lensa normal. Berukuran 50 mm dan memberikan karakter bidikan natural.
- Lensa Sudut-Lebar (Wide Angle Lens). Lensa jenis ini dapat digunakan untuk menangkap subjek yang luas dalam ruang sempit. Karakter lensa ini adalah membuat subjek lebih kecil daripada ukuran sebenarnya. Dengan menggunakan lensa jenis ini, di dalam ruangan kita dapat memotret lebih banyak orang yang berjejer jika dibandingkan dengan lensa standar. Semakin pendek jarak fokusnya, maka semakin lebar pandangannya. Ukuran lensa ini beragan mulai dari 17 mm, 24 mm, 28 mm, dan 35 mm.
- Lensa Fish Eye. Lensa fish eye adalah lensa wide angle dengan diameter 14 mm, 15 mm, dan 16 mm. Lensa ini memberikan pandangan 180 derajat. Gambar yang dihasilkan melengkung.
- Lensa Tele. Lensa tele merupakan kebalikan lensa wide angle. Fungsi lensa ini adalah untuk mendekatkan subjek, namun mempersempit sudut pandang. Yang termasuk lensa tele adalah lensa berukuran 70 mm ke atas. Karena sudut pandangannya sempit, lensa tele akan mengaburkan lapangan sekitarnya. Namun hal ini tidak menjadi masalah karena lensa tele memang digunakan untuk mendekatkan pandangan dan memfokuskan pada subjek tertentu.
- Lensa Zoom. Merupakan gabungan antara lensa standar, lensa wide angle, dan lesa tele. Ukuran lensa tidak fixed, misalnya 80-200 mm. Lensa ini cukup fleksibel dan memiliki range lensa yang cukup lebar. Oleh karena itu lensa zoom banyak digunakan, sebab pemakai tinggal memutar ukuran lensa sesuai dengan yang dibutuhkan.
- Lensa Makro. Lensa makro biasa digunakan untuk memotret benda yang kecil.
Fokus
Fokus adalah bagian yang mengatur jarak ketajaman lensa, sehingga gambar yang dihasilkan tidak berbayang.
Kecepatan rana
Kecepatan rana (shutter speed) artinya penutup (to shut =
menutup). Pada waktu kita menekan tombol untuk memotret, terjadi
pembukaan lensa sehingga cahaya masuk dan mengenai film. Pekerjaan
shutter adalah membuka dan kemudian menutup lagi.
Kecepatan rana adalah kecepatan shutter membuka dan menutup kembali.
Shutter speed dapat kita atur. Jika kita memilih 1/100, maka ia akan
membuka selama 1/100 detik.
Skala shutter speed bervariasi. Ada yang B, 1, ½, ¼, 1/8, 1/15, 1/30,
1/60, 1/125, 1/250, 1/500, 1/1000, dst. Mulai dari ½ sampai 1/1000
biasanya hanya disebut angka-angka dibawah saja. Artinya 100 = 1/100 dan
2 artinya ½ detik. Namun jika angka 2 itu berwarna, maka artinya
adalah 2 detik.
Sedangkan B artinya bulb, yaitu jika tombol ditekan maka shutter membuka, dan ketika tombol dilepaskan maka shutter menutup.
Yang perlu diingat adalah, semakin lama kecepatan shutter, jumlah
cahaya yang masuk akan semakin banyak. Semakin besar angkanya, maka
kecepatan shutter akan semakin tinggi(shutter akan semakin cepat membuka
dan menutup).
- Speed cepat
Speed cepat kita gunakan untuk memotret benda yang bergerak. Semakin
cepat pergerakan benda tersebut, maka semakin besar angka speed shutter
yang kita butuhkan.
- Speed lambat
Jika benda yang bergerak cepat dipotret dengan speed shutter rendah,
maka hasilnya ialah gambar akan tampak kabur, seakan-akan disapu, namun
latar belakangnya jelas. Efek ini terkadang bagus dan menimbulkan
sense of motion dari benda yang dipotret.
Cara lain adalah dengan menggerakkan kamera ke arah gerak objek
(panning) bertepatan dengan melepas tombol. Hasil gambarnya ialah latar
belakang kabur, tetapi gambar subjek jelas. Seberapa jelas atau
kaburnya subjek tergantung pada cepat atau lambatnya gerakan panning.
Jika gerakannya bersama-sama dengan gerakan subjek, maka gambar yang
dihasilkan jelas. Sebaliknya jika kamera lebih cepat atau lebih lambat
dari gerakan subjek, maka hasilnya akan blur (kabur).
Sumber:wikipedia
Diberdayakan oleh Blogger.